
Sejarah dan Perkembangan Industri Unggas di China
pasaRpetani.com – Semua industri di China atau Tiongkok termasuk industri unggas kini berada pada tahap ledakan ekonomi total. Perkembangan dan ledakan yang luar biasa ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Pengembangan dan perluasan telah dimulai beberapa tahun yang lalu. Berdasarkan analisis dan statistik buku tahunan Tiongkok yang diterbitkan setiap tahunnya, total produksi telur yang berasal dari negara tersebut kini telah melampaui angka 30 Juta Metrik Ton.
Kini dapat dikatakan dengan yakin bahwa Tiongkok benar-benar memimpin dalam hal ekspor dan impor unggas. Selain itu, jumlah total produksi daging pada tahun 1989 yang berasal dari dalam negeri adalah 8 %, namun hingga tahun 2009 terjadi perubahan dramatis, dimana persentasenya meningkat menjadi 21 %. Jadi, terbukti bahwa China Poultry memang memiliki sifat yang menjanjikan. Untuk lebih jelasnya, total produksi daging pada tahun 2009 hampir 16MMT. Pertumbuhan lincah yang sama juga terlihat pada daging bebek dan unggas air lainnya. Produksi daging bebek dan angsa yang berasal dari Tiongkok menyumbang hampir 70% dan 95% dari total produksi dunia.
Di sisi lain, telur ayam ras merupakan penyumbang terbesar terhadap total produksi telur di Tiongkok. Persentase produksi telur ayam yang dihitung adalah sekitar 87 %. Selain itu, produksi merpati, peternak, dan ayam pedaging juga terus meningkat hingga saat ini, hal ini menunjukkan komitmen Tiongkok dalam mengubah wajah perunggasan dunia.
Produksi Pedesaan dan Perkotaan
Tiongkok telah mengambil pendekatan yang sangat strategis terhadap pengembangan sektor unggas Tiongkok, terutama dalam hal output yang berasal dari sektor pedesaan dan perkotaan. Faktanya, kedua sektor ini telah memainkan peran penting dalam 10 tahun terakhir dalam membawa produksi unggas di negara ini menjadi yang terbaik di dunia. Namun perlu juga dipertimbangkan bahwa sebagian besar produksi unggas digunakan di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan output yang berasal dari sektor pedesaan.
Singkatnya, output yang dihasilkan baik dari daerah pedesaan maupun perkotaan selalu stabil. Tiongkok saat ini memiliki stok lebih dari 2 miliar lapisan, dan lebih dari 1 miliar di antaranya sedang dalam tahap produksi. Peternakan unggas di Tiongkok juga jauh lebih banyak dibandingkan sebagian besar negara terkemuka lainnya dalam bidang unggas.
Pengolahan Unggas dan Produk Sampingannya
Dalam hal teknik pengolahan unggas dan produk yang dihasilkan, dapat dikatakan bahwa keberhasilan sektor ini di Tiongkok terletak pada peningkatan efisiensi dan kemajuan teknis yang terlihat selama beberapa dekade terakhir. Pengolahan unggas dan produk yang dihasilkan merupakan komponen yang sangat berbeda dalam sektor ini.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh FAS Beijing Post, pengolahan produk sampingan unggas juga akan meningkat pada tahun 2013. Hal serupa juga terjadi pada tahun 2012. Jumlah dan jumlah produk sampingan yang diimpor dan diekspor juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Konsumen Unggas dan Preferensinya terhadap Berbagai Makanan
Konsumsi daging unggas termasuk angsa, bebek dan ayam juga meningkat saat ini. Dari segi kesukaan, daging angsa selain bebek adalah yang paling disukai dari semuanya. Alasan preferensinya adalah jumlah lemak dan kolesterol yang ada dalam produk ini. Peningkatan konsumsi juga dapat dikaitkan dengan ketenaran dan popularitas makanan khas setempat termasuk bebek panggang dan bebek Peking, Angsa Guangdong, dan masih banyak lagi.
Baca : Cara Murah dan Unik Beternak Ayam Kampung di China
Produk siap saji juga dijual dengan lebih cepat di semua supermarket dan toko. Selain itu, supermarket juga menawarkan potongan karkas untuk semua kalangan, terutama bagi mereka yang lebih suka memasak di rumah namun tidak ingin membeli unggas utuh. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah hampir semua kalkun dan produk terkait diimpor dari negara lain. Produk kalkun sebagian besar dikonsumsi di kota-kota besar, yang ditandai dengan perekonomian yang lebih baik dibandingkan dengan daerah pedesaan. Daging kalkun panggang sebagian besar ditawarkan di jaringan hotel dan restoran besar. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah rendahnya preferensi terhadap daging ayam di negara yang dikenal sebagai pemimpin dalam produksi unggas ayam di Tiongkok.
Pangsa Ekspor dan Peluang Investasi
Ekspor ayam pedaging dari Tiongkok meningkat lebih dari 9 % sehingga total produksi menjadi 445.000 MMT. Disusul peningkatan serupa dari tahun 2011. Ekspor yang berasal dari Tiongkok bisa dikatakan semakin meningkat. Penjualan produk unggas telah meningkat ke sejumlah negara antara lain Jepang, Korea dan banyak lainnya. Di Hong Kong, terjadi peningkatan penjualan ayam segar dan dingin. Ekspor ayam pedaging hidup mengalami penurunan, terutama disebabkan oleh meningkatnya permasalahan lingkungan. Peningkatan keuntungan dan penjualan ini menunjukkan bahwa terdapat ruang yang besar bagi investasi di dalam negeri.
Tantangan dan Permasalahan di Sektor Peternakan
Meskipun sektor ini telah menunjukkan transisi besar menuju pembangunan dan pertumbuhan, namun sektor ini masih menghadapi beberapa tantangan dan kekhawatiran besar dari semua dimensi. Salah satu tantangan besar pada sektor ini adalah munculnya berbagai penyakit. Selain itu, penurunan pakan ternak juga terlihat. AS juga mengajukan tuntutan terhadap Tiongkok dalam hal kebijakan produksi dan ekspor mereka. Beberapa negara juga berpandangan bahwa Tiongkok memanfaatkan praktik pertanian yang buruk. Selain itu, negara juga dihadapkan pada sejumlah kasus antidumping yang memang menjadi persoalan serius. Memang banyak yang perlu dilakukan oleh pihak perusahaan perunggasan agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.
Sumber dan Diterjemahkan dari A Comprehensive Guide of China’s Poultry Industry

















