
pasaRpetani.com – Saham emiten yang konsisten membagikan dividen kerap menjadi buruan utama investor, terutama bagi mereka yang berorientasi pada pendapatan pasif atau income investing. Kepastian arus kas dari dividen dinilai mampu memberikan kenyamanan di tengah volatilitas pasar saham.
Berangkat dari itu, kami menghimpun daftar emiten dengan rata-rata dividend yield tinggi yang ditopang oleh rekam jejak pembagian dividen yang panjang dan relatif konsisten. Hasilnya, setidaknya terdapat 19 emiten yang memenuhi kriteria tersebut.
Emiten Komoditas Paling Konsisten Bagi Dividen
Jika ditelaah lebih dalam, sebagian besar emiten dengan histori pembagian dividen terpanjang berasal dari sektor komoditas. Dominasi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan cerminan dari karakter bisnis yang secara struktural memang mendukung pembagian dividen besar.
Perusahaan komoditas umumnya menghasilkan arus kas yang kuat setelah melewati fase investasi awal. Tambang yang sudah berada pada tahap produksi matang memiliki biaya marjinal yang relatif rendah, sementara pendapatan sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas global. Ketika harga naik, lonjakan tersebut hampir langsung tercermin pada laba dan arus kas perusahaan.
Di sisi lain, peluang ekspansi bernilai tambah di sektor ini tergolong terbatas. Aktivitas eksplorasi tambang baru membutuhkan modal besar, risiko tinggi, serta waktu pengembangan yang panjang. Akuisisi cadangan pun sering dilakukan saat harga komoditas berada di puncak siklus, yang berpotensi menekan nilai jangka panjang.
Dalam situasi tersebut, manajemen cenderung mengambil langkah yang lebih konservatif dengan mengembalikan kelebihan kas kepada pemegang saham melalui dividen, dibanding memaksakan ekspansi yang berisiko.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, kami mencatat terdapat lima emiten komoditas yang masih menyimpan potensi dividen menarik pada tahun depan.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Emiten pertama adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang sebelumnya dikenal sebagai PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Pergantian nama ini menandai transformasi perusahaan sebagai induk usaha yang akan lebih fokus pada bisnis hijau serta proyek-proyek berkelanjutan.
Meski telah melepas bisnis batu bara thermal, ADRO tetap menempati posisi teratas dalam daftar emiten dengan dividend yield tertinggi. Bahkan, perseroan tercatat membagikan dividen lebih dari satu kali dalam setahun.
Sejak 2023 hingga 2025, ADRO rutin menyalurkan dividen sebanyak tiga kali per tahun. Selain itu, perseroan juga sempat membagikan dividen spesial seiring dengan spin-off anak usahanya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Kami menilai prospek dividen ADRO tahun depan masih terbuka, terlebih setelah harga sahamnya terkoreksi cukup dalam. Dalam tiga tahun terakhir, saham ADRO telah melemah lebih dari 50% dan per 15 Desember 2025 diperdagangkan di level Rp1.825 per lembar.
Dengan asumsi dividend payout ratio (DPR) konservatif sebesar 50%, potensi dividen per saham (DPS) diperkirakan berada di kisaran Rp100 per lembar, yang mencerminkan yield hampir 6%.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Selanjutnya, AADI diproyeksikan akan membagikan dividen final tahun depan setelah sebelumnya menyalurkan dividen interim pada tahun ini. Pada akhir November lalu, AADI telah membagikan dividen interim sebesar Rp538,08 per saham, yang bersumber dari laba hingga periode September 2025.
Apabila perseroan menutup tahun buku 2025 dengan DPR sekitar 80%, maka dividen final yang berpotensi dibagikan diperkirakan berada di kisaran Rp780–785 per saham, setelah memperhitungkan dividen interim.
Dengan harga saham AADI saat ini di level Rp7.175 per lembar, potensi dividend yield totalnya dapat mencapai sekitar 10,9%.
PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)
BSSR merupakan emiten batu bara yang memulai bisnisnya sejak 1990 sebagai perusahaan perdagangan batu bara. Saat ini, BSSR mengelola dua konsesi tambang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dengan tingkat eksplorasi baru sekitar 15%.
Emiten ini dikenal sebagai salah satu pembagi dividen paling agresif di Bursa Efek Indonesia. Pada 2022, BSSR membagikan dividen hingga empat kali dalam setahun, sementara pada 2024 dilakukan sebanyak tiga kali. Tahun ini pun, perusahaan telah menyalurkan dividen sebanyak tiga kali.
Secara historis, DPS BSSR berada di kisaran Rp150–Rp200 per saham. Dengan harga saham saat ini di level Rp3.860 per lembar, potensi yield per pembagian berada di rentang 3,9%–5,2%. Jika pola pembagian tiga kali setahun berlanjut, total potensi cuan dividen bisa mencapai 10%–15%.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Meski tidak masuk dalam daftar 19 emiten dengan dividend yield tertinggi, ANTM berpotensi mencuri perhatian pada tahun depan. Kinerja profitabilitas perusahaan tahun ini diperkirakan meningkat signifikan, dengan laba yang berpotensi tumbuh hingga dua kali lipat.
EPS ANTM diproyeksikan mencapai Rp331,5. Sebagai catatan, ANTM memiliki rekam jejak pembagian dividen dengan DPR 100% selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2023, dan 2024.
Dengan asumsi pembagian dividen yang lebih konservatif sebesar 80%, DPS ANTM berpotensi mencapai Rp265 per saham. Pada harga saham Rp3.030 per lembar, potensi dividend yield-nya berada di kisaran 8,75%.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Terakhir, terdapat emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang juga dikenal konsisten dalam membagikan dividen. Bahkan, pada 2021 dan 2022, perseroan sempat membagikan dividen hingga 100% dari laba.
Dalam lima tahun terakhir, DPR PTBA tercatat tidak pernah turun di bawah 75%. Dengan asumsi tersebut, dividen per saham tahun depan diproyeksikan mencapai sekitar Rp121,01. Dengan harga saham saat ini di Rp2.260 per lembar, potensi dividend yield-nya berada di kisaran 5%.
Catatan : Artikel ini disusun sebagai bagian dari konten jurnalistik dan analisis PasarPetani.com yang bersifat informatif. Seluruh ulasan, data, dan pandangan yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan instrumen, komoditas, maupun sektor tertentu. Segala keputusan yang diambil pembaca merupakan tanggung jawab masing-masing. PasarPetani.com tidak bertanggung jawab atas potensi keuntungan maupun risiko kerugian yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

















