
pasaRpetani.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat, 24 April 2026. Berdasarkan data pasar, IHSG sempat ambles lebih dari 3% ke kisaran level 7.100-an dan bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Penurunan tajam ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kombinasi faktor global dan domestik yang menjadi pemicu utama pelemahan pasar saham Indonesia hari ini.
Tekanan Global: Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Salah satu penyebab terbesar anjloknya IHSG adalah meningkatnya tensi geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi di jalur strategis seperti Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak hingga menembus USD 100 per barel. Kenaikan harga energi ini membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko seperti saham di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor penting lainnya. Rupiah dilaporkan berada di level terlemah dan masih berada dalam tren penurunan terhadap dolar AS.
Ketika rupiah melemah : Investor asing cenderung menarik dana (capital outflow), Risiko investasi di Indonesia meningkat dan Tekanan pada IHSG semakin besar. Hal ini mempercepat aksi jual di pasar saham.
Baca Juga : Saham Sawit Paling Tahan Banting Saat Harga CPO Turun: Siapa yang Tetap Untung?
Aksi Jual Besar-besaran (Sell-Off)
Data perdagangan menunjukkan dominasi aksi jual oleh pelaku pasar. Volume transaksi tinggi disertai tekanan jual besar menjadi sinyal kuat bahwa investor sedang mengurangi risiko (risk-off). Kondisi ini biasanya dipicu oleh: Kepanikan pasar, Ketidakpastian ekonomi, Sentimen negatif global. Akibatnya, hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan.
Hampir Semua Sektor Saham Melemah
Penurunan IHSG hari ini juga diperparah oleh melemahnya mayoritas sektor, seperti: Konsumen non-primer, Industri, Teknologi, infrastruktur. Bahkan beberapa sektor mengalami penurunan lebih dari 3% secara bersamaan, menandakan tekanan pasar yang cukup luas.
Ini menunjukkan bahwa penurunan IHSG bukan hanya disebabkan oleh satu sektor, melainkan terjadi secara menyeluruh.
Tren Pelemahan yang Sudah Terjadi Beberapa Hari
IHSG sebenarnya sudah berada dalam tren turun dalam beberapa hari terakhir. Bahkan sebelum hari ini, indeks sudah mengalami koreksi bertahap akibat tekanan global dan domestik. Artinya, penurunan hari ini adalah akumulasi dari sentimen negatif yang terus menumpuk.
Baca Juga : Daftar Emiten Saham Sawit di Indonesia 2026: Siapa Penguasa Industri CPO dan Ke Mana Arah Bisnisnya?















