Waktu Paling Tepat Memulai Karier sebagai Petani

pasaRpetani.com – Profesi petani dalam dunia pertanian secara luas, bisa diartikan sebagai petani sawah, kebun, hutan, nelayan atau peternak. Profesi yang sangat erat kaitannya dengan alam dan urusan perut.

Risiko alam yang sulit ditebak menjadi faktor penghambat minat menjadi seorang petani profesional. Namun demikian, selama pasar masih membutuhkan pasokan bahan makanan, maka dunia pertanian akan selalu membutuhkan petani.

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi senantiasa bergerak seirama, seakan terjadi sesi tanya jawab akan hakikat waktu. Ketika penduduk dunia bertanya tentang ketersediaan makanan 100 tahun mendatang jika lahan pertanian semakin menyusut, maka para ahli pangan di seluruh dunia berusaha menjawab dengan berbagai percobaan bertahun-tahun, hingga menemukan jawaban yang bisa mengenyangkan perut.

Umur tanaman pangan, ikan budidaya, atau hewan ternak tidaklah singkat. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menghasilkan produk panen yang siap konsumsi. Artinya ketika terjadi kegagalan pun perlu menunggu waktu lama untuk memulai kembali.

Berbeda dengan produksi mobil atau handphone, yang tinggal rakit, maka dalam hitungan hari seluruh komponen sudah menyatu dan menjadi produk yang bernilai tinggi.

Jika di dunia properti mengenal investasi dalam bentuk bangunan yang terlihat secara fisik, maka sejatinya para petani menginvestasikan waktunya untuk hasil panen.

Waktu dan kesabaran merupakan kunci dalam bergerak di dunia pertanian. Oleh sebab itu, mengenalkan dunia pertanian bisa dimulai sejak dini.

Belajar menanam, memelihara ikan, atau beternak bisa menjadi kegiatan menyenangkan, melatih kepekaan terhadap alam, sekaligus belajar berbisnis. Kegagalan awal bisa menjadi modal untuk usaha yang lebih besar.

Tidak perlu menunggu lulus kuliah untuk menjadi petani. Sejak sekolah atau ketika masih kuliahpun seharusnya sudah bisa memulai usaha di dunia pertanian. Kenyataannya, para sarjana pertanian malah enggan masuk kedunia pertanian setelah lulus kuliah. Ironi!

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini