Selang Drip Irigasi Sederhana

pape40pasaRpetani.com – Pengairan merupakan salah satu faktor vital keberhasilan budidaya tanaman. Bisa dikatakan 50 persen keberhasilan budidaya tergantung dari pengelolaan air. Sisanya bisa dari faktor benih, pupuk, teknik, cahaya dan keberuntungan.

Dalam hal ini pengelolaan yang dimaksud adalah pengelolaan air masuk (irigasi) maupun air keluar (drainase).

Untuk masalah pengelolaan air masuk ini lebih banyak terjadi dibandingkan untuk pengelolaan air keluar. Hal ini disebabkan rata-rata petani di Indonesia masih mengandalkan kiriman air hujan karena terbatasnnya sumber air.

Artinya petani di Indonesia harus pintar-pintar hemat air untuk berhasil dalam budidaya. Salah satu cara menghemat air yaitu dengan sistem drip irigasi. Sistem ini mampu mengefektifkan penggunaan air dengan penempatan lubang pengeluaran air tepat disekitar akar. Sehingga setiap air yang keluar dapat lebih cepat terserap akar.

pape38Teknik drip banyak digunakan oleh petani-petani di Lampung. Drip irigasi banyak digunakan untuk budidaya semangka, melon, cabai, sayuran buah, bahkan untuk jagung manis.

Dengan irigasi drip petani tidak perlu lagi menyiram secara manual yang membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak. Drip akan menghemat tenaga dan waktu, karena dengan sekali buka kran maka air akan mengalir lewat drip-drip sampai ke tiap lubang tanam.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini