Petani Harapan di Era Layar Sentuh

icon tanipasarpetani.com – Mungkin kita sering mendengar bahwa menjadi petani itu tidak enak, panas, hasilnya pas-pasan dan ribuan alasan lainnya yang intinya meyakinkan anak muda agar menjauhi dunia pertanian. Namun tahukah kita bahwa urusan menjadi petani itu hanyalah citra buruk yang terlanjur melekat sejak dahulu kala. Sejak jaman VOC atau romusha pun petani identik dengan penjajahan.

Dijaman facebook seperti ini, hampir setiap penduduk mempunyai akun facebook. Sosial media satu ini seolah menjadi KTP kedua yang wajib dimiliki untuk berinteraksi dengan dunia luar. Pada awalnya Facebook hanya berkembang di daerah perkotaan, namun seiring perkembangan teknologi terutama ketika handphone pintar semakin murah, sangat memungkinkan perkembangan sosial media merambah ke dunia pedesaan.

Jika kita lihat bagaimana cara kerja media sosial, dimana orang hanya melihat dibalik layar, tanpa perlu panas-panas, tanpa perlu angkat berat. Tinggal tekan layar sentuh, maka handphone menjadi pesuruh yang paling setia di muka bumi ini. Orang bisa melihat orang lain tanpa diketahui. Setiap orang bisa menyampaikan apa yang dipikirkan dan direncanakan. Sehingga memungkinkan setiap orang juga dapat menawarkan produk apa yang bisa dijual di media sosial.

Dengan adanya media sosial seharusnya petani mampu menawarkan hasil panen pertanian menggunakan internet khususnya melalui media sosial. Tentu akan sulit tercapai mengingat rata-rata petani berumur paruh baya relatif sulit menerima perubahan teknologi dibandingkan dengan petani muda. Namun seiring dengan berkembangnya waktu, momentum tersebut pasti akan tercapai meski harus menunggu pergantian generasi. Pada saat itulah seharusnya petani lebih mudah dalam memasarkan hasil penennya melalui internet dan mendapat keuntungan lebih.

Tidak hanya petani saja yang perlu untuk mengupgrade atau meningkatkan jam terbang dalam dunia internet. Para pedagang atau pengepul tingkat desa ataupun ditingkat pasar besar wajib untuk mengikuti perkembangan teknologi. Dengan adanya teknologi internet, arus informasi akan semakin cepat dan meningkatkan daya tawar petani.

Dengan meningkatkan daya tawar petani, apakah lantas merugikan pedagang? belum tentu juga karena pasar akan terus berjalan ketika permintaan dan penawaran selalu ada. Pedagang akan selalu untung dengan margin jual beli. Bahkan dengan teknologi informasi, seharusnya pedagang bisa memantau harga lebih mudah dan meminimalisir risiko kerugian.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini