Meningkatkan Produksi Lateks Tanaman Karet

Getah karet yang terkumpul dari hasil sadapan

pasaRpetani.com – Sebagai produk utama dari tanaman karet, getah karet atau lateks merupakan salah satu produk unggulan dari sektor perkebunan. Sejak berproduksi menghasilkan lateks, produktivitas akan terus meningkat seiring umur tanaman.

Tanaman karet menghasilkan getah yang bisa disadap pada umur 5-6 tahun atau sekitar diameter batang 45 cm, dan produktif pada umur sekitar 20-25 tahun. Setelah itu perkebunan karet perlu diremajakan kembali.

Bibit Unggul

Bibit unggul berperan besar dalam menghasilkan tanaman karet berproduksi tinggi. Salah satu kelemahan produksi karet di Indonesia adalah bibitnya berasal dari biji. Padahal bibit paling bagus berasal dari okulasi.

Kebun karet

Ciri tanaman karet yang berasal dari okulasi adalah batangnya silindris, sedangkan tanaman dari biji mengerucut ke atas. Batang silindris memungkinkan lateks lebih banyak keluar saat penyadapan karena penampangnya lebih lebar dibandingkan batang mengerucut ke atas.

Produktivitas dari biji hanya satu ton per hektar, sedangkan produktivitas dengan okulasi bisa 2 ton per hektar.

Teknik Sadap

Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas lateks adalah teknik penyadapan. Kesalahan dalam melakukan penyadapan akan merusak tanaman karet itu sendiri. Seperti penyayatan yang terlalu dalam akan cepat merusak tanaman. Sedangkan dengan penyayatan terlalu tipis akan membuat getah keluar sedikit.

Hasil sayatan pada penyadapan pohon karet

Frekuensi penyayatan tergantung umur tanaman. Semakin tua tanaman, maka penyayatan semakin sering karena getah yang dihasilkan semakin sedikit. Penyayatan menggunakan pisau sadap berbentuk V dengan memotong kulit kayu dari kiri atas ke arah kanan bawah dan sudut kemiringan 30.

Untuk meningkatan produksi, tanaman karet juga bisa diberikan zat perangsang untuk menstimulasi produksi dan meningkatkan mutu lateks itu sendiri. Zat perangsang bisa diberikan dengan dioleskan pada alur sayatan atau bekas bekas sayatan. Zat perangsang diberikan pada saat tanaman sehat dan tidak sedang gugur daun.

Penanggulangan Penyakit

Penyakit tanaman karet paling sering ditemui dan menjadi momok adalah jamur akar putih (JAP). Hal ini karena penyebaran penyakit sangat mudah melalui tanah dan mampu melakukan penetrasi langsung ke dalam jaringan akar.

Penyakit JAP dapat mempengaruhi kualitas getah karet yang terlihat lebih encer bahkan bisa menyebabkan tanaman muda mati pada umur 1-5 tahun.

Gejala awal munculnya penyakit yaitu, warna tajuk tanaman berwarna kuning kemudian daun gugur. Penanggulangannya bisa menggunakan fungisida sistemik.

 

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini