Mengatasi Patah Leher (Neck Blast) Sekaligus Memaksimalkan Pengisian Padi

pasaRpetani.com – Untuk menghasilkan panen padi optimal, pengamatan sejak pembibitan, anakan, bunting hingga fase pematangan perlu dilakukan dengan cermat.

Budidaya dengan teknik yang baik, pemupukan berimbang sekaligus pengendalian hama penyakit perlu didukung oleh pengamatan secara langsung dilahan.

Salah satu teknik pengendaliannya jika sudah terserang patah leher padi atau potong leher (neck blast) pada umur 25 hari setelah tanam (HST) bisa diatasi dengan aplikasi Amistar Top 325 SC yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Selain Amistar Top 325 SC juga dapat ditambahkan Filia 525 SE dengan dosis 25ml/tangki. Pada umur 85 HST aplikasi Amistar Top diulang lagi dengan dosis 15 ml/tangki.

Filia berfungsi untukmemperkokoh batang tanaman dan Amistar Top untuk memaksimalkan pengisian bulir padi. Penyemprotan bisa dilakukan 2-3 kali yaitu pada umur 45, 75, dan 80-85 HST.

Untuk mengatasi hama Wereng juga dapat mengaplikasikan Plenum. Umur 45-50 HST disemprot 10 ml/tangki Amistartop. Kemudian semprot Plenum. Pada umur 75-80 HST 20 ml/tangki Filia.

Cara lain juga bisa dilakukan untuk menghasilkan padi yang lebih bersih, kuning dan cerah, pada umur 50 HST (bunting muda) dapat diaplikasikan 10 ml/tangki Score 250 EC. Kemudian pada umur 60 dan 70 HST dilanjutkan penyemprotan dengan Amistar Top dengan dosis sama.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini