Mengapa Harus Menjadi Pengusaha

jualan1pasaRpetani.com – Diantara jutaan anak muda di Indonesia, tidak banyak yang tertarik untuk menjadi pengusaha. Apalagi menjadi pengusaha yang bergerak dibidang pertanian atau menjadi petani.

Pamor pengusaha masih kalah dengan pamor dokter, bankir atau Pegawai Negeri Sipil. Gengsi bekerja menggunakan seragam lebih tinggi dibandingkan kerja dengan penghasilan tidak tetap. Buktinya setiap kelulusan pasti berbondong-bondong untuk melamar kerjaan terutama saat ada penerimaan pagawai negeri sipil baru.

Pelajaran-pelajaran kuliah kewirausahaan atau pesan dosen untuk senantiasa membuka lapangan pekerjaan baru menjadi terlupakan, seolah-olah hanya terbersit untuk kerja pada suatu perusahaan dan mendapat gaji tinggi.

Para lulusan sarjana lebih tertarik pada pekerjaan dengan gaji tetap, karena kwatir tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup bulanan atau tidak bisa membayar tagihan. Ketakutan-ketakutan memulai usaha sudah terbentuk sebelum memulai.

Mereka pikir lebih mudah untuk mendapatkan uang sebagai karyawan tetap, sedangkan menjadi pengusaha memerlukan modal uang dan waktu lama.

Padahal bagi sebagian pengusaha sukses, misalnya Bob Sadino, salah satu pengusaha pertanian yang terkenal dengan Kem Farm dan Kem Chicknya, pernah mengatakan bahwa untuk memulai usaha harus terjun ke tengah laut, baru kemudian berenang ketepian. Kenyataannya para sarjana sangat takut untuk terjun ke laut bahkan menyentuhkan jarinya ke lautpun tidak.

Banyak pengusaha besar di Indonesia yang awal mulanya tidak pernah berpikir menjadi pengusaha, namun kondisi ekonomi yang sulit memaksa untuk terjun ke dunia usaha dan buktinya bisa sangat sukses.

Sebut saja Sandiaga Uno, lulusan cum laude dari luar negeri yang kembali ke Indonesia dengan tangan hampa setelah perusahaan tempanya bekerja terkena dampak krisis ekonomi 98. Kemudian bersama temannya mencoba menjadi pengusaha di bidang konsultan keuangan dan hasilnya bisa masuk jajaran orang terkaya di Asia Tenggara dibawah usia 40 tahun.

Indonesia mempunyai jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, setelah China, Amerika dan India. Artinya dengan jumlah penduduk terbesar tersebut Indonesia sejatinya adalah pasar atau tempat negara lain menjual produk-produknya.

Dengan kata lain, Indonesia hanya dipaksa untuk menjadi pembeli sedangkan negara asing sebagai penjual. Diantara penjual dan pembeli siapa yang mendapat untung lebih banyak? Tentu penjualah yang mendapatkan untung lebih banyak.

Lantas siapakah yang sebenarnya penjual dari luar negeri tersebut? Para penjual tersebut merupakan pengusaha-pengusaha besar yang berani mencoba-coba hal baru, termasuk mencoba menjual barang dagangannya ke Indonesia. Bagaimana, tertarik menjadi pengusaha dari Indonesia?

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini