Lagu Lama, Harga Jagung Tinggi, Impor Masuk

pape48pasaRpetani.com – Harga jagung diawal tahun 2016 terpantau tinggi. Jika biasanya kisaran Rp.3000/kg, harga jagung mencapai Rp.6000/kg. Tingginya harga jagung ini berpengaruh terhadap produk turunannya, yaitu pakan ayam dan akibatnya harga daging ayam dan telor melonjak naik.

Menurut Singgih Januratmoko, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR-Indonesia), tingginya harga jagung ditingkat peternak dipicu kelangkaan stok jagung. Salah satu penyebabnya adalah seretnya produksi jagung lokal dan larangan impor Jagung yang dilakukan Mentan sejak Desember 2015.

Padahal Mentan Amran Sulaiman melakukan larangan impor jagung ini justru untuk melindungi petani jagung yang akan melakukan panen raya di awal tahun 2016. Namun kebijakan Mentan banyak yang mengkritik karena lebih pro ke petani daripada ke peternak.

Mentan membantah kritik tersebut, karena menurutnya petani jagung saat ini lebih membutuhkan pertolongan baru kemudian para peternak.

Menanggapi tingginya harga jagung tersebut, Mendag Thomas Lembong mengundang komponen peternak dan Bulog untuk membahas kenaikan harga jagung tersebut pada tanggal 29 Januari 2016. Hasil dari pembahasan tersebut disepakati bahwa Bulog akan menyalurkan jagung dengan harga Rp. 3500 – Rp. 3750 mulai 1 Februari 2016.

Jagung tersebut merupakan jagung impor yang tertahan di pelabuhan oleh Kementerian Pertanian, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 (Permentan 57/2015), yang menahan 353.000 ton jagun impor di Pelabuhan.

Dari hasil Pembahasan tersebut, Bulog akan membeli jagung yang tertahan tersebut dan kemudian akan dijual kembali dengan kisaran harga Rp. 3.500-3.750/kg

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini