Petani Sayuran, Petani Elite

pape57pasaRpetani.com – Bertani sayuran identik dengan panen cepat dan harga mahal. Misalnya, budidaya timun, gambas, paria rata-rata bisa dipanen sejak umur 1-1.5 bulan, dengan panen 1-3 hari sekali. Bunga kol bisa panen sekitar 2 bulan saja, artinya cash flow atau aliran uang akan kembali lebih cepat dibandingkan bertani jagung atau padi.

Jagung atau padi bisa dipanen sekitar 110 hari setelah tanam. Sehingga memerlukan waktu tunggu sekitar 4 bulan agar uang kembali. Rentang waktu sangat lama jika dibandingkan berjualan pisang goreng yang bisa dilihat hasilnya pada saat hari itu juga.

Apalagi bertani sayuran daun seperti kangkung, bayam atau sawi yang rata-rata bisa dipanen mulai umur 25-30 hari setelah semai, cash flow malah lebih cepat lagi. Bisa gajian setiap bulan, sama seperti gajian PNS atau pegawai swasta.

Namun tidak semua komoditas sayuran merupakan tanaman cepat panen, seperti cabe atau tomat yang rata-rata mulai dipanen diatas 80 hari setelah tanam.

Meskipun umur lama, nilai ekonomis cabe lebih tinggi dibandingkan komoditas lain, dengan catatan harga setinggi langit. Umur lama, modal besar dan risiko gagal panen yang tinggi menyebabkan harga cabe bisa meng’haji’kan sesorang yang menanam cabe diwaktu yang pas.

Belum lagi urusan teknik, budidaya sayuran dikenal lebih rumit dibandingkan palawija. Jika bertani jagung dan padi tidak memerlukan pengawasan lebih setiap hari, namun untuk sayuran dikenal rewel sehingga memerlukan pengawalan ketat setiap hari.

Bertani sayuran membutuhkan teknik budidaya lebih komplit, baik dari segi pengairan, pemupukan,pemasangan mulsa dan lanjaran, pemangkasan hingga penanggulangan hama penyakit yang seringkali membuat petani kelabakan dan membuat biaya produksi membengkak.

Jadi tidak heran, jika bertani sayuran terutama sayuran buah dikatakan petani elite, karena membutuhkan modal lebih besar dan pengetahuan bertani lebih komplit dibandingkan bertani palawija. Belum lagi, hasil panen yang cepat dan hasil tinggi jika mendapat harga yang tepat.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini