Endang Efendi, Sukses Merintis Salak Pondok Dempo di Pagar Alam

pasaRpetani.com– Pagar alam terkenal dengan keindahan gunung Dempo dan produksi khas dataran tinggi seperti kopi dan teh. Namun kini, pagar alam mempunyai komoditas baru yang mulai dikenal sebagai salah satu unggulan baru Sumatera Selatan, yaitu salak pondoh made in Pagar Alam.

Melihat prospek budidaya salak pondoh di Pagar Alam, banyak petani kopi mulai beralih menanam salak Pondoh. Salah satu sebabnya karena tanaman salak bisa lebih cepat panen, biasanya dilakukan dua minggu sekali. Sedangkan panen kopi hanya bisa dilakukan setiap tahun sekali. Harga salak pun lumayan menarik, yaitu sekitar 10-12 ribu/kg, dengan produktivitas 2-2.5 kg/batang/bulan atau 700 kg/ha/bulan.

Endang Efendi (50 tahun) merupakan petani salak pertama yang merintis penanaman salak pondoh di Keluarahan Rejosari, Kec. Pagar Alam Utara, Pagar Alam. Endang merupakan pendatang dari Garut, Jawa Barat pada tahun 1987. Dengan modal awal sebagai pedagang pengumpul kopi, Endang mendapat cobaan ketika krisis moneter 98.

Saat harga kopi melonjak mencapai Rp. 16.000/kg, Endang menghabiskan modalnya dengan menampung kopi dan berharap harga bisa meningkat hingga Rp. 20.000/kg.Namun ternyata harga malah terjun bebas menjadi Rp. 7000/kg. Kerugian menyebabkan trauma yang membuatnya membabat satu hektar lahan kopinya. Kemudian ide untuk menanam salak didapatkannya ketika mudik ke kampung istri yang asli Yogya.

Awalnya, Endang menanam 2500 bibit salak. Namun ternyata dari tanaman tersebut tak satupun yang berbuah. Pengetahuan yang minim terhadap salak pondoh, membuatnya belajar kembali cara budidaya salak pondoh. Dirinya baru menyadari bahwa salak pondoh membutuhkan perkawinan buatan dari tanaman jantan dan betina untuk menghasilkan buah. Ternyata dari tanaman yang ditanamnya tersebut adalahtanaman betina semua. Terpaksa Endang menanam jantan dan menunggu hingga tiga tahun agar bisa melakukan perkawinan buatan.

Kini usahanya maju dan berkembang. Tidak hanya memproduksi salak segar, Endang juga mengembangkan olahankripik dan dodol salak. Tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga, namun usahanya tersebut menjalar ke masyarakat sekitar. Sehingga Pagar Alam mulai dikenal dengan salak pondoh Dempo miliknya. Berkat usahanya tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin memberinya penghargaan sebagai petani perintis penanaman salak di Sumatera Selatan.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini