Crayfish, si Lobster Air Tawar, Tak Sekedar Pelihara Ikan

pasaRpetani.com – Crayfish bukanlah ikan biasa. Bentuknya menyerupai lobster sehingga crayfish disebut juga sebagai lobster ikan air tawar. Crayfish mempunyai aneka warna mencolok, seperti merah, biru dan kuning.

Selain elok dipandang mata dan cocok dipajang sebagai ikan hias, crayfish juga bisa dikonsumsi karena ukurannya bisa mencapai 20.3 cm. Crayfish hias biasanya berukuran kecil sekitar 5-10 cm.

Tidak hanya bisa berenang, sensasi berbeda ketika memelihara lobster ngejreng ini, terutama ketika berjalan dan mencari makan. Crayfish mempunyai kaki renang untuk berenang dan kaki jalan untuk berjalan. Tidak seperti ikan umumnya yang berenang naik turun, crayfish sering terlihat berjalan menggunakan kaki jalannya. Hal inilah yang menarik, crayfish juga bisa memanjat tanaman di dalam air dengan menyapit dahan tanaman dengan capitnya.

Craysifsh mudah diperlihara, makanan crayifsh adalah ikan kecil yang dipotong kecil-kecil menggunakan capitnya. Bisa berupa pellet atau ikan umpan seperti ikan guppy. Jika menggunakan pakan pellet, pakan diberi dua kali, pagi dan sore hari, sebanyak seperdelapan berat badannya. Sedangkan pakan dengan menu ikan cukup diberikan dua minggu sekali. Jika terlalu sering diberi menu ikan, sifat agresif kanibalnya bisa muncul.

Craysfish bisa hidup ditempat ber pH tinggi hingga 7.5, namun idealnya pH normal sekitar 6-6.5. Kebutuhan air didalam aquarium cukup dengan ketinggian dua kali tinggi tubuhnya. Crayfish bisa hidup diair keruh tanpa sirkulasi oksigen. Sebagai tempat berlindung bisa dibuatkan rumah-rumahan dengan karang, batu, paralon atau tanaman air di dalam aquarium.

Hal menarik lainnya adalah crayfish bisa berganti kulit atau molting. Ciri crayfish sedang melakukan molting adalah tubuh crayfish miring, cenderung diam dan warna kulit buram. Jika terlihat tanda molting, segera pisahkan dengan lainnya. Karena saat inilah tubuh crayfish dalam kondisi lemah dan bisa mudah diserang.

Kadar oksigen air berpengaruh terhadap molting. Kadar oksigen rendah dapat memicu kegagalan moting. Semakin sering ganti air, maka semakin sering pula crayfish berganti kulit. Hal ini disebabkan karena perbedaan tingkat keasaman air. Pergantian cukup dilakukan seminggu sekali.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini