Budidaya Cacing Tanah, Harta Terpendam Tak Tergali

Cacing Tanah

pasaRpetani.com – Cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan organisme yang hidup di dalam tanah, bertugas menggemburkan tanah, mengurai bahan organik dan sangat membantu kesuburan tanah.

Banyak orang menganggap cacing tanah menjijikan, namun ternyata cacing tanah mempunyai kandungan gizi penting dan bernilai jual tinggi.

Cacing tanah mengandung 14 jenis asam amino dan kemoaktraktan yaitu senyawa kimia yang dapat menarik ikan atau udang untuk memijah. Cacing dapat dimanfaatkan sebagai pakan induk dan calon induk ikan.

Hal inilah yang membuat cacing tanah bernilai tinggi. Harga per kilogram cacing tanah dewasa sekitar Rp. 50.000 dan cacing indukan awal sekitar Rp. 35.000

Baca terkait : Media untuk Budidaya Cacing Tanah

Siklus hidup cacing tanah tiga bulan. Caing tanah dewasa berumur tiga bulan akan bertelur atau menghasilkan kokon. Kemudian kokon menetas menjadi cacing kecil. Pertumbuhan dari kecil menjadi remaja sekitar 1.5 bulan. Kemudian cacing remaja berkembang menjadi dewasa dalam waktu satu bulan.

Panen dapat dilakukan sejak cacing dewasa menghasilkan kokon yang kedua. Cacing dewasa bisa dipanen dan dijual, sedangkan kokonnya bisa digunakan kembali sebagai calon indukan baru.

Tepatnya, jika memulai memelihara cacing sejak awal bulan, maka tengah bulan cacing akan bertelur dan menghasilkan kokon. Pada akhir bulan cacing dewasa akan menghasilkan kokon kembali. Sementara kokon lama berkembang menjadi kokon tua. Waktu panen paling tepat adalah saat kokon tua belum menetas.

Dari sekitar 1000 cacing atau 500 pasang akan menelurkan sekitar 500 kokon. Setiap kokon rata-rata bisa menghasilkan dua ekor dan potensi bisa mencapai empat ekor.

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini