Banjir Melanda, Panen pun Batal

 

pasaRpetani.com – La Nina merupakan kondisi dimana musim penghujan lebih lama dibandingkan musim kemarau. Dengan kemampuanan membawa air lebih banyak dari biasanya, La Nina memungkinkan volume air hujan lebih tinggi yang bisa menyebabkan banjir atau longsor.

Namun demikian, pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, biasanya ditandai oleh kemarau basah. Yaitu bulan yang seharusnya bulan kemarau, namun terdapat hujan. Oleh sebab itu biasanya lahan-lahan tadah hujan, masih dapat tanam pada musim kemarau.

Risiko yang bisa muncul adalah banjir. Pada lahan-lahan dipinggir sungai bisa saja banjir, karena terdapat peningkatan volume air yang tidak biasa. Oleh sebab itu, perlu hendaknya petani mengetahui trend perubahan iklim dan cuaca yang akan terjadi. Karena salah memperhitungkan cuaca akan berakibat gagal panen.

Hal ini pape alami sendiri tatkala menanam jagung dan sayur ditepi sungai pada musim kemarau. Perhitungan awal menanam dipinggir sungai pada saat musim kemarau adalah bisa panen saat lahan yang jauh dari air tidak bisa tanam. Biasanya harga sayuran di musim kemarau relatif lebih tinggi dibandingkan musim hujan.

Namun nasib berkata lain, ketika jagung dan paria yang siap panen terendam banjir selama dua hari. Banjir setinggi dua meter menutup seluruh lanjaran dan pucuk-pucuk jagung. Rencana panen pun batal, berubah menjadi acara mancing ikan dilahan paria. Pahit!

Tinggalkan balasan

Masukan komentar
Masukan nama disini